Monday, July 9, 2018

Tanaman Indoor yang Baik untuk Kesehatan

10:41 PM 0

Pernahkah Anda berpikir bahwa di dalam rumah pun polusi akan tetap ada. Sudah yakinkah udara di dalam rumah bersih? Apalagi dalam rumah ada tembok yang dicat yang otomatis dari bahan kimia atau wallpaper yang berbahan dasar vinyl, dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, untuk menyeimbangkan udara dalam rumah agar bersih dan segar serta sehat, tak ada salahnya Anda mengadopsi tanaman indoor yang banyak bermanfaat untuk membersihkan udara serta memberikan cadangan oksigen yang lebih di dalam ruangan.

Tanaman apa sajakah yang dapat disimpan di dalam ruangan? Dari sekian banyak di antaranya ada Sansevieria, Monstera Obliqua, Monstera Deliciosa, Philodendron, Sirih Gading, Chinese Evergreen atau Sri Rejeki, dan Lily Paris. Sebetulnya masih banyak yang masuk kriteria tanaman yang baik disimpan di dalam ruangan, silakan Anda googling ya.

Selain cocok untuk penghias ruangan, tanaman yang disebutkan tadi  juga menyehatkan bagi penghuni di ruangan tersebut karena mampu menyaring toluena, trichloroethylene, xylene, benzena, dan formaldehida yang terdapat di udara. Juga menghasilkan oksigen yang rata-rata banyak untuk stok oksigen dalam ruangan kita.

Tanaman indoor yang kita sudah pilih tadi bisa disimpan di ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi, dapur, juga ruang tamu. Mulailah dengan satu tanaman dahulu, lalu susul dengan jenis tanaman lainnya. Lama-lama faedahnya akan terasa. Selamat mencoba.

sumber : womantalk.com

Syarat Ventilasi Rumah Sehat

10:41 PM 1



Syarat Ventilasi Rumah Sehat. Sahabat Informasi Kesling. Ventilasi  atau biasa yang lebih dikenal dengan penghawaan adalah pergerakan udara masuk ke dan keluar dalam ruangan tertutup. Sedangkan pengertian veentilasi udara adalah pergerakan udara di dalam rumah dan antara ruang dalam dengan ruang luar. Adapun dalam Permenkes tahun 2011  tentang pedoman penyehatan udara ruang rumah terdapat istilah laju ventilasi. Menurut permenkes ini bahwa laju ventilasi  adalah laju pertukaran udara melalui ventilasi  permanen selain jendela dan pintu.

Memang terdapat beberapa cara yang mudah untuk membuat ruangan menjadi nyaman untuk rumah di daerah tropis seperti Negara Indonesia ini. Contohnya penggunaan Air Conditioning (AC) ataupun  kipas angin di langit-langit rumah  merupakan solusi tercepat dan termudah saat ini, tetapi hal itu merupakan jalan keluar yang membutuhkan biaya listrik dan perawatan , belum termasuk masalah lingkungan yang timbul  seperti terjadinya global warming (pemanasan global).
Menurut beberapa ahli, penyebab ruangan  terasa panas adalah kurangnya ventilasi (penghawaan)  ataupun akibat dari jumlah ventilasi yang minim, sehingga tidak terjadi pertukaran udara dari dalam ruangan ke luar ruangan. Inilah yang menjadi penyebab suhu dalam ruangan terasa panas.

Udara yang masuk dari satu jendela, akan langsung dialirkan ataupun diteruskan keluar oleh jendela yang berada di hadapannya, sehingga akan terjadi pergantian udara baru, begitu seterusnya. Sehingga, tanpa AC pun ruangan tetap terasa sejuk. Selain itu hal lain yang perlu kita diperhatikan yaitu  besar kecilnya ukuran jendela yang harus sesuai dengan ukuran ruangan. Ruangan yang mempunyai ukuran besar sudah tentu membutuhkan ventilasi yang besar pula.

Bagaimana Ventilasi Rumah Yang Memenuhi Syarat Kesehatan ?

Ventilasi yang baik dalam uangan harus memenuhi syarat-syarat, antara lain :
1.   Luas lubang ventilasi tetap (permanen) minimal 5% dari luas lantai ruangan dan  luas lubang ventilasi insidentil yaitu ventilasi yang dapat dibuka  dan ditutup minimal 5% dari luas lantai, sehingga luas ventilasi permanen dan isedentil adalah 10%  dari  luas  lantai  ruangan. 
2.    Udara yang masuk ke dalam ruangan harus udara yang bersih, tidak dicemari oleh asap dari sampah. pabrik, knalpot, debu dan lain-lain.
3.  Udara diusahakan mengalir secara cross ventilation yaitu dengan menempatkan lubang hawa yang saling berhadapan  antara dua dinding ruangan
Seperti yang di uraikan dalam syarat ventilasi diatas. Sistem ventilasi silang yaitu menempatkan dua buah jendela yang saling berhadapan dalam satu ruangan. Ventilasi system ini memungkinkan udara dapat mengalir dari dalam ke luar dan sebaliknya, tanpa harus mengendapkanya terlebih dahulu  di dalam  ruangan.

Udara yang masuk dari satu jendela, akan langsung dialirkan ataupun diteruskan keluar oleh jendela yang berada di hadapannya, sehingga akan terjadi pergantian udara baru, begitu seterusnya. Sehingga, sebenarnya tanpa AC pun ruangan tetap terasa sejuk. Perhatikan sistem ventilasi silang pada gambar berikut ini
Gambar Sistem Ventilasi Silang


Gambar Sistem Ventilasi Silang

Apa Manfaat  atau Tujuan  Ventilasi ?

Menurut beberapa sumber literature bahwa manfaat ataupun tujuan ventilasi adalah
1.    Menghilangkan gas-gas yang tidak menyenangkan yang ditimbulkan oleh keringat maupun gas-gas dari hasil pengeluaran (CO2) yang ditimbulkan dalam proses pernafasan
2.    Menghilangkan uap air yang timbul sewaktu memasak, mandi dan sebagainya.
3.    Menghilangkan kalor yang berlebihan dalam ruangan
4.    membantu mendapatkan kenyamanan dalam ruangan
Upaya Penyehatan Ruangan Rumah
Kurangnya ventilasi  baik berupa jumlah dan luas ventilasi yang tidak sesuai dengan  persyaratan kesehatan  hal ini dapat menyebabkan pertumbuhan mikroorganisme semakin meningkat sehingga dapat menimbulkan gangguan terhadap kesehatan manusia..
Menurut Permenkes tentang pedoman penyehatan udara ruangan rumah tahun 2011. Bahwa upaya penyehatan udara dalam ruangan rumah dapat dilakukan dengan penerapan pengaturan  pertukaran udara, antara lain  :
1.    Rumah  seharusnya dilengkapi dengan ventilasi, minimal 10% dari luas lantai dengan penggunaan sistem ventilasi silang/cross ventilation
2.    Untuk rumah yang menggunakan AC (Air Condition) perawatan AC  perlu dilakukan secara teratur sesuai dengan buku petunjuk pemeliharaan, serta harus melakukan pergantian udara yaitu dengan cara membuka jendela minimal pada pagi hari secara rutin
3.    Menggunakan exhaust fan
4.  Mengatur letak ruangan

Demikian ulasan tentang Syarat Ventilasi Rumah Sehat. Semoga Bermanfaat.
sumber : informasikesling.blogspot.com

Masuk Musim Kemarau, yuk Buat "Green Wall" dengan Tanaman Ini

10:41 PM 0

KOMPAS.com - Musim kemarau, biasanya hawa di rumah akan terasa lebih panas. Untuk menyiasati hal ini, Anda bisa membuat green wall atau dinding tanaman sebagai pelapis pada bagian luar rumah. Mengapa dinding? Jawabannya, karena dinding luar rumah merupakan bagian yang paling banyak terkena panas pada musim kemarau. Menanam tanaman pada dinding terbukti mampu mengurangi suhu dan menyerap panas. Green wall terbuat dari bingkai yang diisi beragam tanaman seperti lumut, rumput-rumputan, pakis, atau tanaman merambat. Model taman vertikal atau green wall ini memang populer karena tidak membutuhkan tempat yang luas sebagai media tanamnya.

Anda hanya perlu menyediakan dinding kosong yang bisa ditempel beberapa tanaman untuk mengurangi panas yang masuk ke rumah. Tertartik mencobanya? Anda bisa membangun green wall sendiri di rumah dengan tiga jenis tanaman ini :

Lumut  

Anda dapat menemukan lumut di hampir seluruh toko tanaman. Lumut merupakan salah satu elemen yang bisa mempercantik taman vertikal di rumah. Lalu, buat papan gabus sebagai tempat tumbuh lumut. Tempelkan papan gabus tersebut pada piring atau bingkai yang dijadikan kerangka. Bingkai tersebut nantinya akan ditempelkan pada dinding. Bingkai yang digunakan untuk menempelkan tanaman bisa terbuat dari bahan apa saja, seperti kayu, plastik daur ulang, logam, dan bahan-bahan lainnya tergantung dari desain yang diinginkan.

Beberapa bingkai terbuat dari papan dan ditempeli busa agar tanaman bisa menempel. Sementara, media lainnya terbuat dari baki yang dibuat seluas mungkin untuk menampung tanah atau media tanam lain agar tanaman dapat tumbuh dengan sempurna. Namun, perlu diperhatikan ketika Anda menempelkan bingkai papan lumut tersebut pada dinding, gunakan paku payung atau dengan sedikit lem. Pakai lem khusus yang biasa digunakan untuk tanaman, agar tidak merusak tanaman. 


Tanaman udara (Air Plant)
Tillandsia merupakan keluarga Bromelia yang memiliki sekitar 540 spesies tanaman. Tanaman jenis ini juga sering disebut dengan air plant atau tanaman udara mampu mengambil nutrisi dari udara di sekitarnya. Perawatannya yang cukup mudah membuat Tillandsia ini menjadi salah satu primadona sebagai tanaman hias.

Hampir semua tanaman jenis ini sering ditemukan di Amerika Selatan, Amerika tengah, beberapa wilayah di Meksiko, dan daerah perbatasan Amerika Serikat. Tillandsia merupakan tanaman yang berkembang cukup baik di daerah gurun, hutan, dan pegunungan dan membutuhkan sedikit air untuk tumbuh. Cara menumbuhkannya sangat mudah, sama seperti dengan cara menumbuhkan lumut pada green wall. Pertama, Anda mungkin perlu menyediakan bingkai kayu sebagai penyangga. Kemudian, tambahkan kawat jala (chicken wire) ke dalam bingkai. Selanjutnya, Anda tinggal menjepitkan tanaman tersebut ke bingkai atau menalinya. Mudah bukan? Tanaman ini tak memerlukan perawatan khusus. Anda tinggal merendamnya semingu sekali selama satu jam.

Tanaman ini juga membutuhkan cahaya yang cukup, jadi pastikan lokasi green wall di rumah menghadap ke sinar matahari langsung. Buah dan sayuran Tanaman buah dan sayuran seperti stroberi, chives (tanaman yang menyerupai daun bawang), thyme (rempah Mesir), dll. Hampir semua tanaman sayur dapat digunakan sebagai tumbuhan pada green wall, bahkan wortel dan kentang sekalipun. Namun, sayur yang paling baik digunakan untuk green wall adalah tanaman yang memang ditumbuhkan untuk dikonsumsi daunnya seperti bayam, kubis, dan daun selada. Jika Anda berencana untuk mengunakan sayuran ini, pastikan tempat tumbuh tanaman terkena sinar matahari yang cukup dan terlindung dari angin.

Jangan lupa untuk menanam tanaman ini dalam kotak atau kantung tanah yang mengandung kompos dan lumut sphagum. Anda juga bisa menggunakan perlite atau media tanam organik yang tentunya lebih ringan untuk digantungkan pada dinding.

sumber : kompas.com

Cara Merawat AC Ruangan

10:40 PM 0

Saat ini banyak rumah yang sudah menggunakan AC sebagai alat pengatur suhu ruangan. Terkadang malah di dalam 1 rumah, terdapat beberapa unit AC. Kebanyakan AC dipasang di kamar tidur dan beberapa juga dipasang di ruang keluarga. Seringkali kita rutin memanggil jasa service AC untuk perbaikan sepele. Karenanya agar AC dapat menjaga performanya, perlu dilakukan perawatan oleh pemilik rumah. Namun yang tidak kalah penting adalah cara pemakaian AC yang baik dan benar agar AC tetap menjadi pengatur suhu ruangan yang optimal.

Berikut adalah cara-cara yang dapat kita lakukan agar AC tetap awet dan berfungsi dengan baik:


1. Setel suhu AC diatas 22 derajat celsius

Dengan menyetel suhu AC dibawah 22 derajat, hal ini akan membuat mesin AC bekerja ekstra secara terus menerus dan menjadikannya boros energi. Komponen-komponen AC akan dipaksa bekerja keras setiap saat yang pada akhirnya akan membuatnya lebih cepat rusak.

Perlu dipahami bahwa fungsi utama AC adalah pengatur suhu ruangan. Suhu ruangan yang ideal dan nyaman sebenarnya berkisar di suhu 25 derajat. Karenanya tidak perlu menyetel AC ke suhu yang terlalu dingin, apalagi disetel sampai ke suhu 16–17 derajat.


2. Desain ruangan yang baik untuk AC

Desain dari ruangan dimana AC ditempatkan juga akan mempengaruhi kinerja AC. Banyaknya bukaan yang terdapat di ruangan tersebut, misal jendela dan ventilasi udara akan mempengaruhi kerja AC. Penempatan mesin AC indoor dengan mesin outdoor yang terlalu jauh juga berpengaruh.


3. Tempatkan mesin outdoor AC pada tempat yang tepat

Penempatan mesin outdoor AC juga berpengaruh terhadap kinerja AC. Sebaiknya mesin outdoor AC ditaruh di tempat yang tidak terkena terik matahari secara langsung, debu maupun air hujan.


4. Jangan memasang AC kapasitas kecil di ruangan penuh kaca

Jika suatu ruangan didominasi oleh kaca, mungkin akan lebih baik jika mengganti pemasangan AC dengan ventilasi udara. Karena ibarat rumah kaca yang akan memerangkap panas didalam ruangan, akan sulit bagi AC untuk berfungsi optimal di ruangan kaca tersebut. Namun jika memang ingin menggunakan AC, lebih baik memilih AC berkapasitas PK-nya cukup besar agar kinerja kompresor AC tidak terlalu berat saat udara sangat panas.


5. Jangan lupa matikan AC ketika tidak diperlukan

Bila bepergian atau ruangan tidak digunakan, jangan lupa untuk mematikan AC. Meski pengoperasiannya cukup mudah, karena sudah disediakan remote control, tapi hal ini malah yang seringkali terabaikan.

Bila udara tidak terlalu panas, usahakan untuk mematikan sekitar satu atau dua jam dalam sehari. Bila perlu gunakan reminder atau timer yang terdapat dalam fasilitas AC. Ketika AC sudah dimatikan, buka lebar-lebar jendela dan pintu agar terjadi sirkulasi udara dengan baik.


6. Lakukan perawatan berkala setiap 3–6 bulan sekali

Agar lebih aman, rawatlah AC dengan memanggil teknisi pembersih AC yang dipercaya, minimal enam bulan sekali. Perawatan ini tak hanya demi kesehatan keluarga, tapi juga untuk memastikan AC menjadi lebih panjang umur dan hemat biaya bulanan listrik. AC yang sudah kotor kerjanya tidak optimal. Jika sudah sangat kotor, seringkali kita harus menyetel suhu sampai dibawah 22 derajat agar terasa dingin.

AC yang kotor akibat jarang dibersihkan akan dapat menyimpan berbagai virus dan bakteri yang secara terus menerus menyebar ke seluruh ruangan dan masuk ke indera penciuman orang di ruangan itu. Akibatnya, orang-orang yang berada di ruangan bisa menjadi sakit.


7. Sesuaikan kapasitas PK AC dengan luas ruangan

Semakin luas ruangan dimana AC ditempatkan, berarti akan semakin luas pula luas yang perlu didinginkan. Untuk kamar kecil, biasanya dipilih AC dengan kapasitas 1/2 PK atau 3/4 PK. Untuk ruangan keluarga biasanya dibutuhkan AC 1 PK. Penempatan AC dengan PK kecil di ruangan yang besar, akan membuat kinerja AC tidak optimal dan malah terasa tidak dingin. Akhirnya membuat kita menyetel suhu AC serendah mungkin agar terasa dingin.


8. Biasakan menutup pintu di ruangan yang menggunakan AC

Apabila kita sering keluar masuk ruangan ber-AC, pastikan pintu selalu ditutup kembali. Atau kalau kamar tidur kita memiliki kamar mandi, pastikan supaya pintu selalu ditutup kembali. Karena begitu ada pintu yang terbuka, udara dingin akan langsung keluar ruangan, membuat AC kembali berusaha menurunkan suhu di dalam ruangan. Apabila pintu terus terbuka, baik ke kamar mandi atau ke ruangan lain di luar kamar, ukuran ruangan yang didinginkan menjadi lebih besar dari seharusnya. Ini akan berimbas dengan kerja kompresor yang akan terus bekerja menjaga suhu ruangan agar sama dengan suhu remote.

Demikian beberapa tips merawat AC ruangan agar tetap awet dan dingin.

Semoga bermanfaat

sumber : medium.com

Membuat Desain Taman Vertikal Di Rumah Yang Simple dan Cantik

10:38 PM 0
Memiliki taman di rumah tentunya menjadi impian bagi setiap orang yang memiliki hunian. Dengan adanya taman di rumah tentunya membuat suasana lebih asri serta membuat rumah menjadi lebih sehat. Selain itu, adanya taman juga dapat mempercantik tampilan rumah anda sehingga menarik bagi orang yang melihatnya. Banyak model taman yang anda bisa gunakan di dalam rumah anda mulai dari taman kering hingga taman basah. Anda pun dapat meletakkan taman ini di berbagai tempat di rumah anda mulai dari halaman depan, area belakang rumah, hingga bagian di dalam rumah. Bagi anda yang memiliki rumah yang berukuran tidak terlalu luas, anda juga dapat menghadirkan taman di dalam rumah anda. Salah satu alternative yang dapat anda lakukan adalah dengan membuat taman dengan desain yang vertikal. Untuk membuat taman vertikal atau yang dikenal dengan vertikal garden bukanlah hal yang mudah karena bentuknya yang berbeda dari desain taman pada umumnya. Namun bila anda melakukan dengan panduan yang tepat bukanlah yang sulit untuk mendesain taman vertikal di rumah anda.

Konsep desain taman vertikal di rumah merupakan taman yang cocok bagi anda yang memiliki ukuran lahan yang tidak terlalu luas. Untuk membuat bentuk desian taman vertikal di rumah, anda tidak bisa menggunakan jenis tanaman yang biasa anda gunakan di taman bunga umumnya. Untuk jenis taman vertikal ini sebaiknya menggunakan tanaman yang ringan namun juga kuat dan mampu menyerap air. Bila anda menggunakan tanaman tang terlalu berat tentunya dapat membuat media penyangga menjadi rusak.

Salah satu hal yang menjadi fokus utama dari desain taman vertikal di rumah minimalis adalah konstruksi penyangga yang akan anda gunakan. Anda harus menggunakan tiang dan konstruksi penyangga yang kuat sehingga taman vertikal anda tidak akan jatuh ataupun ambruk. Anda bisa menggunakan dinding beton, pagar besi, dan bahan kuat lainnya sebagai penyangga desain taman vertikal di rumah anda. Bentuk dan desain dengan sedemikian rupa agar penyangga mampu menyangga tanaman, air, media tanam, serta mampu menjaga dari faktor angin yang seringkali terjadi.

Hal lain yang perlu anda perhatikan adalah masalah frame atau bingkai yang digunakan untuk lahan taman. Frame atau pun bingkai dapat anda gunakan dari kawat, pralon, tembok, dan bahan lainnya yang dapat digunakan sebagai tempat untuk melatkkan tanaman. Media tanam juga menjadi faktor penting di dalam sebuah ide desain taman vertikal di rumah minimalis. Media tanam yang digunakan memang tidak berbeda dengan yang digunakan pada taman biasanya, yang membedakannya hanyalah tanaman yang digunakan. Untuk media tanam, anda dapat menggunakan sekam ataupun sabut kelapa. Dan untuk tempat tanamnya anda dapat menggunakan pot bersusun hingga botol bekas.

Seperti yang dijelaskan diatas, jenis tanaman yang digunakan pada konsep desain taman vertikal di rumah simple ini memiliki perbedaan dengan yang digunakan untuk taman biasa. Peletakan desain taman vertikal di rumah ini dapat anda letakkan di luar ataupun di dalam rumah. Tentunya untuk tanaman yang anda gunakan di dalam dan luar rumah berbeda. Tanaman yang cocok di luar rumah belum tentu dapat tumbuh dengan baik di dalam rumah.

Berikut beberapa contoh gambar Desain Taman Vertikal Di Rumah Yang Simple dan Cantik

Membuat Desain Taman Vertikal Di Rumah Yang Simple dan Cantik


Selain itu, masalah pengairan dan pemupukan juga perlu anda perhatikan. Tentunya bila anda memiliki taman yang biasa, anda dapat menyiraminya setiap hari dan kapanpun anda mau. Namun pada taman vertikal tentunya berbeda. Untuk penyiramnnya, anda dapat membuatnya secara otomatis dengan cara manyalurkannya dengan menggunakan selang-selang. Anda juga dapat membuat wadah penampungan untuk air yang nantinya bisa disalurkan ke akar-akar tenaman. Cara ini cukup efektif sehingga tidak memberatkan pekerjaan anda di rumah.

Pencahayaan untuk taman vertikal juga perlu diperhatikan. Seperti yang anda ketahui bahwa cahaya merupakan faktor pendukung agar tanaman dapat tumbuh dengan baik. Salah satu kekurangan dari taman vertikal ini adalah dari faktor pencahayaan, hal ini terjadi karena bentuk desain taman vertikal di rumah minimalis ini yang tegak sehingga tidak memungkinkan cahaya matahari dapat menyinari dari pagi hingga sore hari. Tentunya hal ini dapat menyebabkan tanaman menjadi cepat layu. Untuk mengatasi permasalahan yang satu ini, anda dapat mengatasinya dengan menggunakan tanaman yang tidak terlalu membutuhkan sinar matahari yang banyak.

Syarat Rumah Sehat

9:39 PM 0

Syarat Rumah Sehat. Sahabat, rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia disamping sandang, pangan dan papan. Rumah  adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian dan sarana pembinaan keluarga. .Pada postingan kali ini saya ingin sedikit sharing tentang Syarat Rumah Sehat. Rumah yang kita ditempati  haruslah sehat, agar penghuninya dapat bekerja secara produktif. Konstruksi rumah dan lingkungan yang tidak memenuhi syarat kesehatan merupakan faktor risiko sebagai sumber penularan berbagai penyakit. 

              Rumah Sehat

Menurut UU No. 4/1992   yang dimaksud rumah  adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian dan sarana pembinaan keluarga.
Jenis rumah  yaitu terdiri  rumah permanen dan rumah tidak permanen. Rumah permanen yaitu rumah yang sedikit atau tidak menggunakan bahan kayu dan bambu. Bahan pokoknya adalah tembok, besi baja atau bahan lain yang lebih kuat dari pada kayu sedangkan rumah tidak permanen adalah perumahan yang buruk akan menimbulkan permasalaan kesehatan. Rumah atau tempat tinggal tidak hanya pantas untuk dihuni, dilihat atau dilihat saja, tetapi rumah atau tempat tinggal harus nyaman, aman dan harus sehat.

                     Pengertian Rumah Sehat

Rumah sehat adalah sebuah rumah yang dekat dengan air bersih, jarak dari tempat pembuangan sampah lebih dari 100 meter, dekat dengan sarana pembersihan , berada di tempat dimana air hujan dan air kotor tidak tergenang.Beberapa peryaratan yang harus  dipenuhi menurut WHO dan American Public health  association (APHA) antara kain
1)   Syarat Fisiologis
Perumahan harus memenuhi persyaratan fisiologis agar kebutuhan faal tubuh terpenuhi melalui fasilitas yang tersedia.
Yang termasuk di dalam kebutuhan fisiologis untuk perumahan adalah:
a.    Pencahayaan
Pencahayaan yang diperlukan untuk suatu ruangan di dalam rumah dapat berbentuk  cahaya alami  yaitu sinar matahari dan juga cahaya buatan  yaitu sinar lampu. Cahaya yang diperlukan perorang yang tinggal didalamnya.
b.    Penghawaan
Penghawaan untuk suatu ruangan di dalam rumah harus diperhitungkan yaitu aliran udara yang masuk  kedalam ruangan serta jumlah udara yang diperlukan perorang yang tinggal didalamnya
c.     Kebisingan
Tidak  terdapat gangguan ketenangan akibat adanya kebisingan baik yang bersumber dari luar maupun dari dalam rumah.
d.    Ruangan (space)
Tersedia ruang yang cukup untuk kegiatan bermain bagi anak-anak, dan untuk belajar, selain itu  harus tersedia ruangan utama yaitu ruang tamu, ruang tidur, ruang makan  dan sebagainya.
2)   Syarat psikologis
a.    Menjamin privacy
Setiap anggota keluarga harus terjamin ketenangan dan kebebasan dalam hunia, sehingga tidak terganggu baik oleh keluarga yang lain, tetangga maupun orang yang kebetulan lewat diluar.
b.    Tersedianya ruang keluarga.
Ruang keluarga sangat penting untuk saling melepaskan kerinduan atau malah psikologis yang lain. Ruang keluarga adalah sarana untuk menjalin hubungan sosial maupun emosional keluarga.
c.     Lingkungan yang sesuai
Seseorang akan dapat memilih hunian mana yang sesuai dengan  strata sosial keluarganya. Kesenjangan strata antar penghuni atau pemukiman akan menimbulkan rasa tidak nyaman.
d.    Tersedia sarana yang sifatnya memerlukan “privacy
Rumah dilengkapi dengan kamar mandi dan kloset sendiri. Setidaknya harus tersedia sarana tersebut., akan terasa tidak etis bila  suatu anggota keluarga mandi ataupun buang hajat di fasilitas milik tetangganya.
e.     Jumlah kamar tidur yang cukup
Jumlah kamar tidur disesuaikan dengan usia penghuninya. Usia di bawah 2 tahun dipisahkan ataupun boleh satu kamar dengan orang tuanya.  Tetapi untuk Anak usia di atas 10 tahun harus di pisahkan antara laki-laki dan perempuan. Sedangkan untuk anak umur 17 tahun ke atas diberikan kamar tersendiri.
f.     Mempunyai halaman yang dapat ditanami pepohonan atau taman.
Fungsi dari halaman rumah disamping menimbulkan rasa keindahan bagi penghuninya berfungsi  juga untuk membersihkan udara dan menahan /melindungi pencemaran udara dari luar.
g.    Untuk Hewan peliharaan  dibuatkan kandang tersendiri yang terpisah dari rumah. Untuk menghindari tertularnya penyakit zoonosis, ataupun keributan yang ditimbulkan oleh binatang peliharaan, sebaiknya dibuatkan kandang terpisah dari ruangan yang biasa dihuni.
3)   Mencegah penularan penyakit
Pada dasarnya persyaratan perumahan harus dipertimbangkan  agar tidak menimbulkan gangguan kesehatan, baik secara jasmani, rohani maupun sosial. Beberapa persyaratan berikut berkaitan dengan tersedianya fasilitas sanitasi agar kesehatan penghuninya tetap terhindar dari penyakit, tidak tertular penyakit infeksi baik antar penghuni maupun dengan kehadiran anggota warga lain dari sekitar.
a.    Tersedianya persediaan air bersih / air minum
Air bersih sangat diperlukan untuk keperluan sehari-hari  . Penyediaan air bersih harus memenuhi syarat kualitas yaitu fisik, kimia, dan bakteriogis maupun kuantitas (jumlah).
b.    Keadaan rumah maupun halaman serta lingkungannya menjamin tidak terdapatnya  tempat perindukan vektor penyakit. Hal ini terkait  dengan konstruksi maupun keadaan rumah seperti adanya tempat penyimpanan sampah yang baik, kebersihan yang selalu terjaga dan sebagainya.
c.    Tersedianya tempat pembuangan tinja dan air limbah yang memenuhi syarat sanitasi
d.   Luas / ukuran kamar yang tidak menimbulkan suasana kumuh
Luas kamar minimum ukuran 2,5 m  3 m dengan ketinggian langit-langit  berkisar dari 2,75m sampai  3 m. Hal ini khususnya yang menyangkut kepadatan penghuni kamar dan luas jendela berpengaruh terhadap timbul dan menularnya penyakit saluran pernafasan.  Sekalipun pencahayaan alami juga berperan penting dalam menekan kejadian penyakit dalam saluran pernafasan.
e.    Fasilitas untuk pengolahan makanan / memasak dan penyimpanan makanan yang terbebas dari pencemaran maupun jangkauan vektor maupun binatang pengerat.
4)   Mencegah terjadinya kecelakaan
Beberapa hal untuk menghindari timbulnya kecelakaan misalnya adalah:
a.    Adanya ventilasi di dapur. Untuk mengeluarkan gas seandainya terjadi kebocoran dari tabung gas. Bukalah jendela agar gas segera dapat keluar dari ruangan
b.    Cukup intestitas cahaya, untuk menghindari kecelakaan seperti tersandung, Teriris / tersayat, tertusuk jarum waktu menjahit dan sebagainya.
c.    Jauh dari pohon besar, Bangunan rumah jauh dari pepohonan besar yang mudah tumbang atau runtuh.
d.   Garis rooi. Bangunan harus mengikuti garis rooi (garis sempadan). Jarak pagar dengan bangunan minimal  lebar jalan.
e.    Lantai yang selalu basah  (kamar mandi, kamar kecil) tidak licin, baik karena konstruksinya maupun pemeliharaannya.
f.     Bagian bangunan yang dekat api atau listrik terbuat dari bahan tahan api
g.    Cara mengatur / meletakkan barang dalam ruangan. Pengaturan ruangan memberikan keleluasaan untuk  bergerak pada penghuninya, terutama untuk keselamatan anak-anak. Cara menyimpan bahan beracun. Hindarkan dari jangkauan anak  minyak tanah, deterjen, obat-obatan dan sebagainya
Demikian artikel singkat tentang Syarat Rumah Sehat. Semoga bermanfaat. Jika Sahabat menyukai artikel ini. Silahkan klik like dan share dibawah ini. Terima Kasih.
 sumber : informasikesling.blogspot.com

8 Cara Memilih Lipstik yang Cocok dengan Bibir Anda

9:10 PM 0
Jika Anda tidak terlalu paham urusan kosmetik, mungkin Anda kira kalau lipstik itu sama saja. Padahal ada banyak sekali jenis lipstik, mulai dari lipstik creamy, matte, hingga lipstik yang bentuknya unik seperti liptint.

Sekarang Bacaterus akan membahas jenis-jenis dan cara memilih lipstik sesuai kebutuhan Anda. Karena setiap orang memiliki jenis kulit yang berbeda-beda, sehingga kebutuhan setiap orang tidak akan sama. Ini dia penjelasan lebih lanjutnya.

8 Cara Memilih Lipstik Sesuai Kebutuhan

1. Glossy Lipstick

Jenis lipstik yang pertama akan Bacaterus bahas adalah lipstik glossy. Lipstik ini tidak terlalu populer dikalangan ibu-ibu, karena kebanyakan penggunanya adalah anak muda. Lipstik glossy banyak ditemukan dalam bentuk liquid alias cair daripada dalam bentuk stik.
Lipstik glossy merupakan pilihan yang paling tepat untuk orang-orang yang menginginkan plump lips seperti yang sedang ngehits saat ini. Lipstik glossy juga dapat memberikan efek wet look yang membuat bibir terlihat segar, sehat, dan kenyal. Sekarang mari kita masuk ke segmen cara memilih lipstik.
Lipstik glossy tidak memiliki banyak kendala, paling kekurangan lipstik ini adalah tidak transfer-proof. Jadi, ketika Anda minum, makan, bahkan berbicara, lipstik ini bisa menempel pada alat makan dan lebih cepat pudar. Nilai plusnya, semua orang dengan semua jenis kulit cocok menggunakan lipstik jenis ini.
Namun, jika Anda pemilik kulit berminyak, sebaiknya gunakan lip liner terlebih dahulu supaya lipstik glossy-nya tidak meluber ke mana-mana.

2. Sheer Lipstick

Jenis lipstik yang ke-2 adalah sheer lipstick. Bisa dibilang kalau jenis lipstik ini merupakan yang paling populer di Indonesia. Karena baik ibu-ibu, anak muda, hingga remaja yang baru belajar make up banyak yang menggunakan lipstik ini.

Bisa ditebak dari namanya, kalau sheer lipstik tidak memiliki pigmentasi yang kuat. Jadi, hasil akhir lipstik ini sangat tipis, bahkan ada lipstik sheer yang jika dipulaskan jadi lebih mirip lip balm yang dicampur lip gloss saking tipisnya warna yang dihasilkan. Karena itu, jika Anda memiliki pinggiran bibir gelap, lipstik jenis ini agak kurang cocok buat Anda.

So, cara memilih lipstik sheer untuk bibir hitam adalah dengan menutupi pinggiran bibir Anda menggunakan foundation, BB cream atau alas bedak apa pun yang Anda gunakan. Anda bisa juga menggunakan lip concealer yang memang berguna untuk menutupi hyperpigmentation di bibir.

Lipstik ini bisa juga dijadikan base atau dasar sebelum Anda menggunakan lipstik lainnya. Jadinya, lipstik ini bisa juga dijadikan pengganti lip balm sebelum Anda menggunakan lipstik matte atau satin.

3. Creamy Lipstick

Creamy lipstick merupakan versi “tebal”-nya sheer lipstick, karena warna yang dihasilkan lebih nyata. Lipstik ini sangat bagus untuk semua jenis kulit, bahkan kulit kering sekalipun, karena lipstik jenis ini biasanya mengandung banyak moisturizer. Lipstik Anda akan terlihat segar dan dewy (agak basah).

Namun, cara memilih lipstik creamy buat orang dengan kulit berminyak agak sedikit tricky. Karena lipstik ini agak cepat meluber seperti lipstik glossy dan sheer. Untuk itu, lip liner sangatlah diperlukan agar lipstik creamy dapat bertahan lebih lama di bibir Anda.

4. Satin Lipstick

Ada satu lagi “kakak”-nya lipstik sheer, namanya adalah lipstik satin. Mungkin akan ada orang yang sulit membedakan lipstik satin dengan lipstik sheer. Untuk membedakannya, lipstik satin terlihat lebih “kering” dari luar, sedangkan lipstik satin terlihat sangat basah dan creamy dari luar.

Akan tetapi, kedua lipstik ini sama-sama dapat melembabkan bibir, namun hasil yang diberikan tidak terlalu full coverage. Jika Anda menginginkan full coverage, maka akan dibutuhkan beberapa kali pulasan lipstik pada bibir Anda. Dan, jika Anda membutuhkan lipstik yang melembabkan tapi nampak kering seperti lipstik velvet, maka lipstik satin merupakan pilihan yang tepat.

5. Velvet Lipstick

Jenis lipstik yang selanjutnya adalah velvet. Lipstik ini seperti versi tipis dan ringan dari lipstik matte. Lipstik ini lebih menutrisi bibir daripada lipstik matte, jadi agak lebih bersahabat untuk pemilik kulit kering.

Cara memilih lipstik velvet tidak terlalu sulit. Hanya saja untuk orang dengan bibir kering, usahakan untuk mengaplikasikan lip balm terlebih dahulu sebelum menggunakan lipstik ini untuk menghindari dry patch.

6. Matte Lipstick

Siapa yang tidak suka lipstik matte? Sepertinya hampir semua orang pasti memiliki setidaknya satu lipstik matte. Wajar saja, karena lipstik jenis ini merupakan salah satu yang paling terkenal dan difavoritkan banyak orang. Lipstik matte sangat pigmented, dapat menutupi segala kekurangan di bibir Anda dengan total.

Cara memilih lipstik matte adalah pilih yang mengandung banyak moisturizer di dalamnya agar tidak membuat bibir Anda jadi kering. Jangan lupa untuk mengeksfoliasi bibir Anda terlebih dahulu menggunakan lip scrub supaya bibir Anda jadi lebih siap ketika ditempeli lipstik yang hasil akhirnya kering ini.

7. Lip Stain/Lip Tint

Para penggemar kosmetik Korea Selatan pasti sudah khatam banget dengan jenis lipstik yang satu ini. Lip tint, atau lip stain, merupakan jenis lipstik yang paling unik yang pernah ada. Lipstik ini cair dan benar-benar berbentuk seperti air atau ada juga yang berbentuk gel.

Lip tint sangat populer dikalangan pecinta musik dan drama Korea. Tapi, sayangnya tingkat popularitas produk ini tidak berbanding lurus dengan kualitasnya. Karena berbahan dasar air, liptint memang cukup menutrisi bibir. Tapi, tetap saja liptint tidak terlalu cocok untuk orang dengan bibir kering.

Kenapa? Karena kulit bibir Anda bisa mengelupas seiring terkikisnya liptint dari bibir Anda. Dan, ya, liptint tidak memiliki daya tahan yang sangat tinggi. Memang, liptint tidak akan transfer ketika Anda makan atau minum, tapi coba saja sendiri, warna liptint tidak ada yang bertahan selama lipstik matte.

Cara memilih lipstik tipe lip tint, jika Anda menginginkan hasil yang tahan lama, carilah lip tint dengan hasil akhir matte. Biasanya lip tint matte jauh lebih tahan lama daripada lip tint dengan hasil akhir glossy. Atau, carilah lip tint yang ada keterangan “24 jam” atau “awet seharian” dan semacamnya, karena produk tersebut menjanjikan lip tint yang bertahan lebih lama daripada lip tint lainnya.

8. Moisturising Lipstick

Lipstik yang satu ini merupakan lipstik hybrid karena menggabungkan dua elemen, yaitu lipstik dan lip balm. Lipstik ini merupakan lipstik yang terbaik buat bibir kering dan pecah-pecah!
Biasanya lipstik ini mengandung lapisan yang berwarna berbeda (entah itu di bagian tengah atau pun terluar lipstik). Bagian tersebut adalah lip balm yang mengandung minyak jojoba, vitamin, lidah buaya, dll yang dapat menutrisi bibir dengan baik.

sumber : bacaterus.com

@Way2themes

Follow Me